Monday, December 11, 2017

Asal usul Triniti dalam agama Kristian.





Triniti bermaksud tuhan mempunyai mak dan anak. Ia bermula sejak zaman Namrud di Babylon. Namrud berkahwin dgn Mak die sendiri yang bernama Semiramis, Kemudian setelah Namrud mati, Semiramis iaitu Ibu dan juga isteri dia melahirkan anak yg diberikan nama Tammuz pada
25 December .

Semiramis yang melihat kehadiran matahari di waktu pagi menggangap bahawa kehadiran Tammuz adalah roh tuhan sebagaimana simbolik kepada matahari tersebut lalu menggunakan hari anak " Son Day"  atau disebut "Sunday" .



Sehingga kehari ini, Yahudi2 menyesatkan kaumnya dengan menggunakan konsep yang sama yang diterapkan didalam zaman Namrud, dan hari ini jugak Agama-agama Kristian menggunakan hari anak  (Sunday) untuk menyembah tuhan mereka di Gereja.. Kalu kita tengok Pope (ketua agama yahudi) ada simbolik penyembahan matahari pada dia.


25 December itu jugalah hari perayaan menyambut anak tuhan yang dikenali sebagai Cristmast.

Patung semiramis atau dianggap Mak tuhan juga diabadikan dlm pembinaanya di Monumen negara Amerika.Banyak juga patung2 ini dpt dilihat dalam penggambaran dari negara barat itu.


Image may contain: 1 person, sky and outdoor

Image may contain: one or more people, cloud and sky

Wednesday, November 29, 2017

Sejarah Bangsa Yahudi | Ustaz Auni Mohamad



Monday, July 10, 2017

Lagenda Panglima 5 Beradik.



Panglima Mat, Panglima Mei,Panglima Hitam, Panglima Ali, Panglima Yusuf.
ketika 5 beradik ni sedang duduk di sebuah pondok di dalam rumah jauh didalam hutan disuatu malam ketika awal pagi sambil bersembang dengan cita masing-masing.. antara cerita yg aku tahu, Panglima sulong, Mat bercita2 membina rumah.. manakala Mei bercita-cita mahu menjadi kebal , Hitam pula menjadi panglima yg hebat, manakala Ali & Yusuf aku tidak berapa pasti. Ketika bercakap mengenai cita masing2.. tiba2 jatuh geliga embun diatas peha Panglima Mei.. tanpa ditunggu memandangkan pisau yang ada disebelahnya.. die terus belah peha kirinya dan menyimpan geliga tersebut didalam peha dia..

selepas peristiwa itu,, dia menjadi sangat hebat. tetapi hebatnya dia menjadi orang yang begitu jahat.. hasil2 rompakan emas serta harta karun disimpan di sebuah pulau misteri.. pulau itu adalah pulau kecil di Utara Tanah Air..

Panglima Mei memiliki kelebihan badannya yang jatuh ke tanah akibat di kerat @ dipotong akan kembali bercantum semula..
akhirnya,, kelemahan yg dimiliki oleh Panglima tersebut diketahui.. ketika mereka membunuh dia, terus dipegang kepalanya tanpa dibiarkan jatuh ketanah.. ini salah satu ilmu rawirontek seperti yang aku tahu..
Selepas berjaya membunuh Panglima Mei tersebut, kepalanya itu disimpan disuatu balang bekas yang besar..

rambutnya panjang keparas bahu, mata terbeliak dan memilik misai yang lebat yang menutup mulut dan misai yang seakan2 bertaring ke atas..

Badannya pula di tanam di sebuah tempat di Balik Pulau.. kawasan yang terpencil dan tidak diketahui oleh ahli Sejarah @ orang2 biasa sehingga ke hari ini..

anak cucunya menerima tulah sumpahan sehingga keturunan ke-7 sumpahan itu akan berakhir akibat perbuatan jahat yang dilakukan oleh panglima ini.. sumpahan berupa penyakit kulit. Sejarah panglima ini lebih kuno dan lebih lama dari zaman Melaka..aku adalah antara keturunan ke7 tersebut..

Thursday, June 22, 2017

Expedition to LIKE the wall Zulkarnain (Gog and Magog) in Kyrgyzstan

Menarik.!



Ekspidisi mencari lokasi tembok dinding besi yang di bina Zulkarnain .





Lokasi Dinding Ya'juj dan Ma'juj









 Tembok Yakjuj Makjuj Telah Hancur. Benarkah?


Benarkah tembok Yakjuj Makjuj masih berdiri kokoh sampai saat ini? Ataukah sudah hancur sejak ratusan tahun silam?

Benarkah Yakjuj Makjuj hanya sebuah mitos? Ataukah mereka memang benar-benar ada?

Benarkah Yakjuj Makjuj itu makhluk menyeramkan, makhluk dari luar angkasa? Ataukah mereka adalah bangsa manusia seperti kita?

Benarkah Yakjuj Makjuj akan keluar menjelang kiamat nanti? Ataukah dia telah keluar dan hidup di tengah-tengah kita?

Jika tembok Yakjuj Makjuj masih berdiri kokoh, mengapa tidak ada satu bukti pun yang menunjukkan keberadaannya sampai hari ini?

Jika Yakjuj Makjuj hanyalah sebuah mitos, mengapa nama Yakjuj Makjuj (Gog and Magog) disebutkan dalam kitab suci tiga agama besar dunia (Yahudi, Kristen dan Islam)? Akankah kita menganggap informasi dalam kitab suci hanyalah sebuah mitos?

Jika Yakjuj Makjuj adalah makhluk menyeramkan ataupun makhluk luar angkasa, maka pendapat ini akan berbenturan dengan informasi yang tertera dalam kitab suci tiga agama besar di atas.

Jika Yakjuj Makjuj hanya akan keluar menjelang kiamat nanti, di manakah mereka sekarang? Jika mereka telah keluar dan hidup di tengah-tengah kita, mengapa banyak dari kita yang tidak menyadarinya?


SHOCKING EVIDENCE !!!

Semua pasti setuju bahwa Perang Dunia I & II mengakibatkan kerusakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah manusia. Bukan hanya jutaan nyawa melayang, bukan hanya pasukan tempur yang menjadi korban, namun warga sipil, wanita, anak-anak, infrastruktur, dan fasilitas penopang kehidupan masyarakat telah hancur. Kerusakan secara langsung yang sengaja diperbuat manusia yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sekitar 400 tahun sebelum pecahnya Perang Dunia I, kejadian yang tidak kalah anehnya muncul di Eropa. Secara serempak bangsa-bangsa Eropa melakukan misi kolonialisme ke berbagai penjuru dunia. Ini juga pertama kali dalam sejarah manusia, satu bangsa mampu menguasai hampir seluruh bangsa lain di dunia.

Setelah mereka menguasai daerah-daerah koloni, mereka hanya akan melepaskan daerah tersebut setelah berhasil menancapkan sistem pemerintahan, politik dan ekonomi. Tujuannya adalah mereka bisa mengendalikan daerah koloni dari jarak jauh (secara proxy).
Sistem ekonomi perbankan diterapkan di setiap daerah koloni, dan sampai hari ini sistem ini telah terbukti mengendalikan perekonomian dunia.

Trus, apa hubungan semua ini dengan Yakjuj Makjuj? Bukankah Yakjuj Makjuj akan muncul menjelang kiamat nanti? Bukankah Yakjuj Makjuj akan meminum air danau dan menghabiskannya? Bukankah Yakjuj Makjuj sekarang masih terkurung? .... 

Berikut ini beberapa poin yang akan membuat kita terbelalak bahwa tembok Yakjuj Makjuj telah hancur, Yakjuj Makjuj telah keluar dan menguasai seluruh dunia.

- Perang dunia I & II didanai oleh para korporat Eropa di bawah kendali sistem perbankan milik Rothschild family.
- Rothschild family, yang menguasai seluruh bisnis dan sistem perbankan dunia adalah keturunan suku Khazar.
- Misi kolonialisme Eropa ke seluruh dunia sejak tahun 1500M dimotori oleh para elit politik Eropa yang merupakan keturunan Khazar.
- Suku Khazar adalah generasi keturunan dari suku barbar Cimmeria & Scythia
- Suku Cimmeria & Scythia adalah generasi keturunan dari Yakjuj Makjuj (Gog & Magog)
- Yakjuj Makjuj (Gog & Magog) telah dikenal sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Bangsa Yahudi Bani Israel sejak jaman kuno telah mengetahui bahwa Magog adalah keturunan Nabi Nuh dari jalur Yafeth.

Artinya, Yakjuj Makjuj sebagai bangsa perusak bukanlah sebuah mitos, melainkan fakta yang sangat jelas. Secara turun-temurun keturunan Yakjuj Makjuj adalah pembuat kerusakan di muka bumi, sejak jaman kuno hingga hari ini.


Tembok Yakjuj Makjuj, analisis lokasi berdasar kisah ekspedisi Zulqarnain

[CLEAN DEBATE] Tembok Yakjuj Makjuj telah hancur. (Open Discussion)

Untuk mengetahui lokasi tembok Yakjuj Makjuj, kita bisa menggunakan panduan informasi yang disebutkan dalam Quran dalam kisah ekspedisi Zulqarnain. (QS.18:83-98)

83 Mereka akan bertanya kepadamu (wahai Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: "Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya".
84 Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu,
85 maka diapun menempuh suatu jalan.
86 Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: "Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka.
87 Berkata Dzulkarnain: "Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia kembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya.
88 Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami"
89 Kemudian dia menempuh jalan (yang lain).
90 Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu,
91 demikianlah. dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya.
92 Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi).
93 Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.


Perjalanan Zulqarnain ke arah barat hingga dia melihat matahari terbenam di laut yang berlumpur hitam, ini adalah daerah pesisir timur Laut Hitam. Kemudian Zulqarnain melakukan perjalanan ke timur hingga mendapati kaum yang tidak terlindungi dari cahaya matahari, ini adalah lokasi di pantai Laut Caspia.

Setelah itu Zulqarnain melanjutkan perjalanan ke arah lain hingga menjumpai kaum yang tinggal di antara dua gunung. Lokasi pegunungan di antara dua lautan ini hanyalah pegunungan Caucasus, tidak ada yang lain. Yang dimaksud kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan adalah bahasa yang digunakan oleh kaum tersebut sangat berbeda dengan bahasa yang umumnya dipakai di wilayah Asia tengah. 

Tanda merah pada foto menunjukkan perkiraan lokasi dibangunnya tembok Yakjuj Makjuj.


Kaum yang tinggal di antara dua gunung, yang meminta bantuan kepada Zulqarnain

[CLEAN DEBATE] Tembok Yakjuj Makjuj telah hancur. (Open Discussion)

Lokasi pemukiman kaum yang meminta tolong kepada Zulqarnain agar dibuatkan dinding pemisah antara mereka dengan Yakjuj Makjuj.

Tanda merah adalah lokasi dibangunnya tembok Yakjuj Makjuj. Tampak lokasi pemukiman penduduk di masa sekarang (bagian bawah foto penampang lokasi) yg kemungkinan sejak zaman dahulu juga merupakan daerah pemukiman penduduk.

94 Mereka berkata: "Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?"
95 Dzulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,
96 berilah aku potongan-potongan besi". Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: "Tiuplah (api itu)". Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu".
97 Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.



Celah Darial Gorge, lokasi tembok Yakjuj Makjuj

[CLEAN DEBATE] Tembok Yakjuj Makjuj telah hancur. (Open Discussion)

Foto celah Darial Gorge, yang kemungkinan besar merupakan tempat dibangunnya tembok/dinding besi oleh Zulqarnain.

Sesuai data lokasi yg tertera dalam kisah ekspedisi Zulqarnain, celah ini adalah satu-satunya lokasi yang sesuai. Celah sempit yang terbentang sejauh 12km dengan diapit 2 tebing batu granit setinggi 1000-3000meter ini berada di sebelah utara Georgia, berbatasan dengan wilayah Rusia. Ini adalah satu-satunya akses pintas yang menghubungkan wilayah sebelah utara dan selatan Caucasus.


Ke mana tembok besi tersebut?

Penelusuran lokasi ini menunjukkan bahwa di tempat tersebut tidak ditemui lagi tembok besi berlapis tembaga sebagaimana dijelaskan dalam kisah ekspedisi Zulqarnain. Hanya ada 2 kemungkinan, entah lokasinya yang salah, ataukah memang tembok tersebut sudah hancur. Kemungkinan salahnya identifikasi lokasi sangat kecil karena memang celah Darial Gorge adalah satu-satunya lokasi penghubung antara wilayah sebelah utara dan selatan Caucasus. Catatan sejarah menunjukkan celah ini sering dilalui oleh suku barbar kuno, suku Cimmeria & Scythia yang tinggal di sebelah utara Caucasus. Dua suku kuno inilah yang merupakan keturunan dari Yakjuj Makjuj.
Trus, di mana tembok besi itu sekarang? Jika identifikasi lokasi ini benar, maka bisa disimpulkan bahwa tembok tersebut sudah hancur, sudah hilang sejak lama.



Konstruksi Tembok Yakjuj Makjuj

Jika kita bisa menemukan bukti berupa reruntuhan tembok besi atau lokasi tambang di sekitar Darial Gorge, ini akan menjawab dengan ringkas kebenaran identifikasi lokasi tembok tersebut. Tapi sayangnya bekas reruntuhan yang ada di sekitar lokasi ini berusia jauh lebih muda dari yang kita cari. Terdapat bekas-bekas bagnunan jembatan ataupun benteng yang dibangun oleh Rusia pada abad ke-17. Kelihatannya waktu yang membentang ribuan tahun lalu sangat sulit untuk mencari reruntuhan tersebut tanpa sebuah team arkeolog yang mengkhususkan pencarian bukti ini.

Tapi ternyata ilmu geologi bisa membantu melacak kemungkinan di celah ini pernah terdapat tembok Yakjuj Makjuj. Dalam ayat Quran tembok tersebut diistilahkan "radm" yang secara harfiyah artinya "dam" atau tembok untuk membendung air. Tentunya ini bukan sembarang istilah, pasti ada rahasia di balik penyebutan tembok ini sebagai "radm".

Di celah Darial Gorge ini mengalir sungai Terek dari utara ke selatan. Sungai ini lumayan besar, dan jika celah ini ditutup maka akses dari wilayah utara ke selatan mutlak tertutup, dan wilayah sebelah utara akan membentuk bendungan air. Amazing... bukti geologi berupa perbandingan sample tanah di dinding tebing sebelah utara titik yang diperkirakan tempat dibangunnya dam, dan juga sample tanah di tebing sebelah selatannya benar-benar membuktikan di tempat ini pernah dibangun sebuah "dam" yang membendung aliran sungai Terek. Tanah di sebelah utara dam memiliki kandungan air yang sangat tinggi, sementara tanah di sebelah selatan dam memiliki kandungan air yang sangat rendah. Perbedaan mencolok kandungan air pada kedua sample tanah ini hanya terjadi jika tanah di sebelah utara dam terendam air dalam jangka waktu yang lama.



Tembok besi ini tidak dihancurkan oleh bangsa Yakjuj Makjuj

Hancurnya tembok besi ini bukan karena dilobangi oleh kaum Yakjuj Makjuj. Konstruksi tembok ini sangat kokoh, menancap ke batuan granit di kanan kirinya. Dengan ditutupnya celah Darial Gorge ini, sungai Terek yang mengalir dari arah utara akan terbendung di bagian utara tembok.

Pendapat yang menyatakan bahwa Yakjuj Makjuj melobangi tembok ini perlu dikaji lebih jauh kebenarannya, karena bertentangan dengan informasi yang disebutkan dalam Quran (QS.18:97)

Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.

Konstruksi tembok besi berlapis tembaga ini bukanlah sekedar lempengan besi tipis, melainkan konstruksi balok balok besi yang didesain sdemikian rupa dan mampu menahan bendungan air di utara tembok. Ini adalah konstruksi sebuah "dam", yang tebal, kokoh, dan lumayan tinggi.

Menurut pendapat saya, perkiraan tinggi tembok ini tidak setinggi puncak tebing yang sekitar 1000 meter (1km) dari dasar celah, melainkan cukup tinggi untuk menutup celah tersebut. Terjemahan ayat 18:96 yang kita dapati dalam versi bahasa Indonesia agak berlebihan dengan menambahkan penafsiraan kata "puncak", berikut perbandingan terjemah versi Bahasa Inggris & Indonesia:

....
until, when he had leveled [them] between the two mountain walls, he said, "Blow [with bellows]," until when he had made it [like] fire, he said, "Bring me, that I may pour over it molten copper."

....
Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu...

Terjemah versi Bahasa Inggris di atas lebih pas secara tekstual, "hattaa idzaa saawaa baina ash-shadafain" secara terjemah kalimat (tanpa penambahan penafsiran) adalah "hingga ketika telah rata di antara ash-shadafain".

Ash-shadafain artinya "dua buah kerang" atau dua cangkang kerang yang berhadapan. Bentuk tebing-tebing di Darial Gorge ini seperti dua cangkang kerang berhadapan jika dilihat dari atas ataupun dari kejauhan.

Kemungkinan tinggi tembok tersebut tidaklah setinggi puncak bukit yang berjarak 1000m dr dasar celah, melainkan lumayan tinggi untuk sebuah konstruksi dam dengan bagian atas tembok didesain rata.

Istilah tembok atau dinding ini disebut oleh Zulqarnain sebagai "radm" yang artinya "dam" untuk membendung air.

Dengan konstruksi semacam ini, mustahil bagi siapapun untuk melobanginya atau bahkan merusaknya menggunakan peralatan manual. Begitu juga dengan generasi Yakjuj Makjuj suku Cimmeria & Scythia pada masa itu. Mereka jelas jelas tidak akan mampu melobangi ataupun merusaknya.

Wednesday, May 3, 2017

Rahsia Kerajaan kuno Gangga Negara



  Menurut sebuah lagi catatan sejarah Melayu, Hikayat Merong Mahawangsa, Gangga Negara mungkin telah diasaskan oleh anak Merong Mahawangsa, Raja Ganjil Sarjuna dari Kedah, yang dikatakan sebagai keturunan Iskandar Agung atau keluarga diraja Khmer tidak lewat dari abad ke-2. Jabatan Muzium Negara telah mengkaji kerajaan Gangga Negara dari pelbagai aspek termasuk tradisi lisan yang terdapat di negeri Perak.

 Pengasas Kerajaan Gangga Negara ialah Raja Ganjil Sarjuna dari Kedah. Pendapat lain mengatakan Kerajaan Gangga Negara diasaskan oleh Raja Khmers dari Kemboja.


Gangga Negara digantikan oleh sebuah kerajaan Melayu-Islam yang terkemudiannya, iaitu Kerajaan Beruas. Sebelum Kerajaan Beruas ditubuhkan, kawasan ini dikenali sebagai Belukar Sambang. Nama ini disebabkan kawasan bekas Kerajaan Gangga Negara yang gersang. Seterusnya, kawasan ini dikenali sebagai Beruas, bersempena pokok Beruas yang banyak tumbuh di sekitarnya. Beruas ialah sejenis buah menyerupai manggis.



Menurut catatan, Kerajaan Beruas diasaskan oleh Malik Al-Mansur, iaitu seorang putera dari Samudera-Pasai (dalam wilayah Acheh) yang dibuang negeri oleh kekandanya, Sultan Malik Al-Mahmud.
 Menurut Hikayat Raja-Raja Pasai menceritakan bahawa selepas kemangkatan Sultan Muhammad Az-Zahir sebagai pemerintah Kerajaan Pasai, ayahandanya Sultan Malik Al-Salih (Merah Silu) menyatukan pemerintahan Kerajaan Samudera dan Kerajaan Pasai.

Setelah kedua-dua putera Sultan Muhammad Az-Zahir dewasa, Sultan Malik Al-Salih akhirnya menyerahkan takhta Kerajaan Pasai kepada Sultan Malik Al-Mahmud, manakala taktha Kerajaan Samudera diserahkan kepada Sultan Malik Al-Mansur pada 1336. Pada tahun 1346, Sultan Malik Al-Mahmud dari Kerajaan Pasai telah menyerang dan mengusir Sultan Malik Al-Mansur dari Kerajaan Samudera. Hal ini disebabkan tindakan Sultan Malik Al-Mansur yang mengambil seorang perempuan (berkemungkinan gundik) dari Istana Pasai milik Sultan Malik Al-Mahmud. Sultan Malik Al-Mansur meninggalkan Samudera dan menubuhkan Kerajaan Beruas. Oleh itu, adalah diperkirakan bahawa Kerajaan Beruas ditubuhkan diantara tahun 1346-1347, iaitu sebelum Kesultanan Melaka bermula.

Sultan Malik Al-Mansur turut dibantu oleh dua sahabat baik baginda, iaitu Samsul Baharin dan Daik Ismail sebagai pembesar negeri. Pemerintahan Beruas diteruskan oleh Shamsul Baharin dan Daik Ismail selepas ketiadaan Sultan Malik Al-Mansur. Sehingga kini, masih terdapat sebuah bukit yang bernama Bukit Shamsul Baharin sebagai bukti kewujudan tokoh ini.

Kerajaan Beruas berkembang sebagai sebuah kerajaan perdagangan dengan pelabuhan yang besar dan hasil utamanya adalah bijih timah. Seteru utama Kerajaan Beruas ialah Kerajaan Manjung yang berjiran dengannya. Menurut Sejarah Melayu, seorang Raja Beruas pernah datang menghadap Sultan Mahmud Shah (1488-1511) di Melaka memohon bantuan untuk menyerang Kerajaan Manjung. Sultan Mahmud Shah berkenan membantu dan menyerang Kerajaan Manjung. Kerajaan Manjung akhirnya diperintah oleh Kerajaan Beruas dibawah pengawasan Melaka. Raja Beruas dikurniakan gelaran Tun Aria Bija Diraja. Sebagai balasan terhadap naungan keatas Beruas, Raja Beruas membayar ufti sebanyak enam ribu timah setiap tahun.


 Hubungan Kekerabatan Kesultanan Johor Lama, Perak dan Beruas dapat dilihat melalui perkahwinan kerabat diraja Beruas yang terakhir dengan kerabat-kerabat Bendahara Johor Lama dan Kesultanan Perak.

Keluarga Diraja Beruas
(yang dapat dikesan di penghujung keberadaan Kerajaan Beruas)

1) Tun Aria Bija Diraja Beruas, Raja Beruas mempunyai anak:
     1A) Tun Said
    1B) Orang Kaya Tun Rana; mengahwini Tun Minda Binti Sri Nara Wangsa Tun Abdullah Bin  Seri Nara Diraja Tun Ali. Mempunyai seorang anak, Dato’ Singgora.

     1C) Tun Lela Wangsa
     1D) Tun Mah

2) Tun Sebat (Puteri Siat), saudara perempuan Raja Beruas.
Dikahwinkan dengan Tun Isap Berakah Bin Bendahara Paduka Raja Tun Khoja Ahmad Bin Bendahara Paduka Tuan Tun Pikrama Bin Bendahara Paduka Raja Tun Perak. Perkahwinan ini dikurniakan tiga orang putera;

2A) Tun Amat (Tun Pikrama Wira)
2B) Tun Mahmud (Seri Akar Diraja), berkahwin dengan Tun Mah Binti Tun Aria Bija Diraja Beruas


2C) Tun Biajid (Bendahara Seri Maharaja Johor), mengahwini Tun Munah Binti Tun Hassan Bin Tun Biajid Rupat Bin  Bendahara Seri Maharaja Tun Mutahir dan dikurniakan empat puteri:

1) Tun Hidap, mengahwini Bendahara Seri Maharaja Tun Isap Misai Bin Bendahara Tun Nara Wangsa Tun Mahmud Bin Bendahara Seri Nara Diraja Tun Tahir Bin Bendahara Seri Nara Diraja Tun Ali; dikurniakan anak:
  1A) Tun Jahid
     1B) Tun Kechil (Tun Dharmapala Johara), mengahwini Raja Mahmud Bin Raja Asif Bin Sultan Khoja Ahmad (Sultan Siak). Dikurniakan putera; Sultan Mudzaffar Shah II Jalilullah, Sultan Perak kesepuluh.

2) Tun Cateria, mengahwini Seri Akar Diraja Tun Merkah. Dikurniai anak bernama Tun Sadah.

3) Tun Mas Ayu, mengahwini Raja Muhammad Bin Sultan Mudzaffar Shah I Ibni Sultan Mahmud Shah (Sultan Perak).

4) Tun Mas Jiwa, mengahwini Temenggung Tun Ibrahim dan dikurniai seorang anak, Dato’ Botan.


 telah ditemui pelbagai artifak dan bukti arkeologi di sekitar Beruas. Serpihan tembikar, manik, wang lama, meriam dan pelbagai lagi dipamerkan di Muzium Beruas. Terdapat kesan bangunan di sekitar Bukit Shamsul Baharin seperti dinding batu, selain kawasan persekitarannya yang seakan-akan lembah. Terdapat juga sebuah tasik (sungai mati) bernama Mani Dendang di sebelah Sekolah Kebangsaan Gangga Negara, dan pernah ditemui sauh kapal. Sebuah binaan kapal sepanjang 2.1 meter pernah ditemui di Kampung Ara, selain keberadaan Padang Antah Berantah yang dikatakan menjadi medan pertempuran antara tentera Rajendra Chola dan Gangga Negara, serta Kota Kulit Kerang yang hanya boleh dilihat kesannya sahaja. Di Kampung Kota, masih terdapat makam-makam lama dengan batu nisan Acheh, terutama makam dua orang Raja Beruas.




Seperti aliran sungainya yang telah berubah dan lesu yang ditinggalkan, begitulah keadaan Beruas kini tenggelam dalam kelesuan rajanya. Terkuburlah misteri raja-raja Beruas dan Gangga Negara tanpa dirungkai sepenuhnya.




Di Permatang Raja, Pantai Remis tak jauh dari Beruas dan Pengkalan Bharu terdapat sebuah kerajaan silam bergelar 'Negeri Pelindung'. Raja negeri ini bernama Raja Abdullah, seorang kerabat di raja Johor dipercayai telah berpindah dan mangkat di Beruas. Kajian lanjut masih dijalankan.




kota kulit kerang. ada disebut dan ditemui bukti-buktinya. Turut diceritakan di Muzium Beruas ttg kota kulit kerang ini.


 Secret Hidden File History:


"Hai Ratu, Raja Dahulu. Aku tahu kuburmu kubur Seri Banian, Waris terdekat dari Selendang Delima. Khabarkan pada kami dimana harta keturunan kamu disimpan.

Lokasi makam Seri Banim ( Banian@Bunian) diatas bukit Batu Hampar (Kg Batu Hampar)Makam ini menggunakan batu nisan Acheh yang sangat cantik dan menyerupai batu nisan pada makam-makam raja Beruas di Kampung Kota.

 Puteri Seri Banim anak kepada Puteri Selindang Delima dan Dewa Sifri/ Tidak terdapat sebarang catatan sejarah yang berhubung dengan makam seri Banim.


 Dibukit ini terdapat dinding batu berwarna putih yang dapat dilihat dari laut. Ketinggian dinding lebih kurang 10 meter dan panjangnya 30 meter. Terdapat sebuah gua dikawasan itu. Pada zaman dahulu batu ini mengeluarkan cahaya sebagai panduan untuk kapal-kapal mudek ke Beruas yang mana sungai Beruas luas dan juga sebagai pelabuhan. Disebabkan batu putih mengeluarkan cahaya, maka ia digelarkan GENGGAM CAHAYA atau NILAI CAHAYA.

Seorang Residen British telah giat mencari harta karun peninggalan Raja Shamsul Baharin. mengikut lagenda terdapat perkuburan keranda EMAS dan dua batu nesan disini.

Di Sekolah Dato Idris Pantai Remis ada lagi tinggalan kapal purba dibuat dari jut sauh dah diambil orang.

 Di situ juga ada satu tempat dinamakan  Padang Anta Beranta.. yang dikaitkan dengan lagenda kayangan. menurut ayah aku, disini berlaku pertempuran antara Jin dan manusia.. Tahu cerita tentang Mala Karma ? percampuran antara jin dan manusia. ??


Beruas juga antara Kerajaan Purba dahulu kala
Peperangan ini berlaku dikawasan Padang Antah Berantah. yang mana dahulu dikatakan kawasan ini dipenuhi oleh darah sehinggakan pokok pun tidak boleh tumbuh.


1. Ada sebuah istana kuno yang dibina dari kulit Kerang di Kota Kulit Kerang.

2. Ada Batu Bersurat Beruas yang membuktikan Beruas lebih dahulu Islam sebelum Terengganu dan Melaka. skg Batu Bersurat ni dah hilang,mungkin ada hidden hand yang tak mahu rahsia terbongkar dan Gangga Negara masih dikaitkan dgn kerajaan Hindu. 

Menurut ceritanya ia adalah batu bersurat yang ditinggalkan Raja Suran, moyang Raja-raja Melaka dari keturunan Raja Iskandar Zulkarnain yg memerintah dunia.
Menurut cerita pada salasilah lagi, batu bersurat ini menandakan tempat di mana terdapat banyak harta untuk bekalan akhir zaman. Memang ada disebut dalam kitab Sulalatus Salatin atau Sejarah Melayu karangan Tun Sri Lanang bahawa Raja Suran ada meninggalkan batu bersurat selepas menyuruh orang menanam sejumlah harta... katanya untuk kegunaan anak-cucunya akhir zaman. Ini berlaku selepas Raja Suran dikatakan masuk ke laut untuk melihat kerajaan dalam laut. Sebelum itu baginda yang datang dari benua Hindi dikatakan telah menakluki Gangganegara dan seluruh Semenanjung Tanah Melayu.

3. Lokasi Makam Raja Beruas ada tersimpannya Harta Karun yang tidak terusik sehingga hari ini. 


 Raja Syamsul Bahrin berperang dengan bloodline Raja Malayu Purba (Raja Asal muasal kerajaan 7 (Ratu) beradik Gelanggi) Melayu Proto iaitu Mon.

Nama Raja Purba Malayu Mon ialah Ratu Malakarma @Medusa atau kat jawa di dkenali Ratu Laut Selatan. Dlm perperangan ini Raja Shamsul Bahrin sangat licik lalu menangi peperangan maka Ratu Malakarma tertewas walaupun pada asal nya Malakarma mempunyai balatentera yang sangat kuat ( bala tentera yang terdiri dikalangan manusia dan jin)

Persoalannya.. Malakarma dikenali di Jawa adalah sebagai Ratu Laut Selatan (Nyiroro Kidul). Adakah ini petanda Shamsul Baharin berperang dgn Nyi Roro Kidul ??

Ada hikayat yang menceritakan sebelum peperangan, Malakarma yang mewarisi Kerajaan Champa datang dari Utara, kemudiannya bertemu dgn Penguasa di Beruas dan terlibat dgn Peperangan diantara Raja Shamsul Baharin di Beruas. selepas Malakarma tewas, mereka menuju ke Selatan dan seterusnya pergi di Indonesia..,.

Dan sehingga sekarang mereka tinggal di sana yang dikenali sebagai NyiRoro Kidul ( Ratu Laut Selatan). ??

Wednesday, December 28, 2016

Perjalanan mengenal diri.




 Dalam perjalanan ku untuk mengenal diri
Aku melakukan pemecahan sendiri
Dengan tidak menghiraukan petang dan pagi
Asal tercapai maksud di hati

Maksud hati hendak mencari diri
Diri yang berdiri sendiri
Yang amat erat hubungan dengan peribadi
Yang orang mengatakan nya “suci”

Telah lama aku berjalan
Pagi petang siang dan malam
Suatu perjalanan yang ku lakukan 
Dengan gerak dan menggerakkan

Gerak datang dari aku, yang menggerakkan dia
Yang bergerak ialah saya
Suatu pemecahan satu jadi tiga
Yang menghasilkan pemisahan antara aku dan dia

Yang bergerak saya
Termasuk aku dan dia
Aku yang memisahkannya
Yang telah dapat memisahkan antara badan dan dia

Aku dengan badanku nyata aku dengan diriku tidak nyata
Badan dapat diraba
Diri hanya dapat dirasa
Rahsia diri ialah rahsiaku
Peristiwa diri ialah peristiwa aku
Badan diri dan aku
Bunyinya tiga, nyatanya Satu
Nyatanya aku satu

Aku badan dan diriku
Keluar bersatu padu
Ke dalam banyak orang belum tahu
Aku dengan badan ku positif nyata

Aku dengan diriku negatif tidak nyata
Samakah aku yang nyata
Dengan aku yang tidak nyata
Aku dengan kenyataan ku jadi manusia
Aku dengan ketidak nyataku berada di dalamnya
Di alam fikiran tempat aku yang pertama
Di alam perasaan tempat aku yang kedua
Ketahuilah oleh mu wahai insan
Aku yang pertama ialah aku yang di hidupkan
Aku yang kedua ialah aku yang menghidupkan
Yang mana yang benar, cuba fikirkan

Monday, December 19, 2016

Sejarah sebenar Syeikh Siti Jenar



 Nama asli Syekh Siti Jenar adalah Sayyid Hasan ’Ali Al-Husaini, dilahirkan di Persia, Iran. Kemudian setelah dewasa mendapat gelar Syaikh Abdul Jalil. Dan ketika datang untuk berdakwah ke Caruban, sebelah tenggara Cirebon. Dia mendapat gelar Syaikh Siti Jenar atau Syaikh Lemah Abang atau Syaikh Lemah Brit.

Syaikh Siti Jenar adalah seorang sayyid atau habib keturunan dari Rasulullah Saw. Nasab lengkapnya adalah Syekh Siti Jenar [Sayyid Hasan ’Ali] bin Sayyid Shalih bin Sayyid ’Isa ’Alawi bin Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin bin Sayyid ’Abdullah Khan bin Sayyid Abdul Malik Azmat Khan bin Sayyid 'Alwi 'Ammil Faqih bin Sayyid Muhammad Shohib Mirbath bin Sayyid 'Ali Khali Qasam bin Sayyid 'Alwi Shohib Baiti Jubair bin Sayyid Muhammad Maula Ash-Shaouma'ah bin Sayyid 'Alwi al-Mubtakir bin Sayyid 'Ubaidillah bin Sayyid Ahmad Al-Muhajir bin Sayyid 'Isa An-Naqib bin Sayyid Muhammad An-Naqib bin Sayyid 'Ali Al-'Uraidhi bin Imam Ja'far Ash-Shadiq bin Imam Muhammad al-Baqir bin Imam 'Ali Zainal 'Abidin bin Imam Husain Asy-Syahid bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad Rasulullah Saw.


Syaikh Siti Jenar lahir sekitar tahun 1404 M di Persia, Iran. Sejak kecil ia berguru kepada ayahnya Sayyid Shalih dibidang Al-Qur’an dan Tafsirnya. Dan Syaikh Siti Jenar kecil berhasil menghafal Al-Qur’an usia 12 tahun.

Kemudian ketika Syaikh Siti Jenar berusia 17 tahun, maka ia bersama ayahnya berdakwah dan berdagang ke Malaka. Tiba di Malaka ayahnya, yaitu Sayyid Shalih, diangkat menjadi Mufti Malaka oleh Kesultanan Malaka dibawah pimpinan Sultan Muhammad Iskandar Syah. Saat itu. KesultananMalaka adalah di bawah komando Khalifah Muhammad 1, Kekhalifahan Turki Utsmani. Akhirnya Syaikh Siti Jenar dan ayahnya bermukim di Malaka.

Kemudian pada tahun 1424 M, Ada perpindahan kekuasaan antara Sultan Muhammad Iskandar Syah kepada Sultan Mudzaffar Syah. Sekaligus pergantian mufti baru dari Sayyid Sholih [ayah Siti Jenar] kepada Syaikh Syamsuddin Ahmad.

Pada akhir tahun 1425 M. Sayyid Shalih beserta anak dan istrinya pindah ke Cirebon. Di Cirebon Sayyid Shalih menemui sepupunya yaitu Sayyid Kahfi bin Sayyid Ahmad.

Posisi Sayyid Kahfi di Cirebon adalah sebagai Mursyid Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyyah dari sanad Utsman bin ’Affan. Sekaligus Penasehat Agama Islam Kesultanan Cirebon. Sayyid Kahfi kemudian mengajarkan ilmu Ma’rifatullah kepada Siti Jenar yang pada waktu itu berusia 20 tahun. Pada saat itu Mursyid Al-Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyah ada 4 orang, yaitu:


1. Maulana Malik Ibrahim, sebagai Mursyid Thariqah al-Mu’tabarah al-Ahadiyyah, dari sanad sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq, untuk wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan sekitarnya
2. Sayyid Ahmad Faruqi Sirhindi, dari sanad Sayyidina ’Umar bin Khattab, untuk wilayah Turki, Afrika Selatan, Mesir dan sekitarnya,
3. Sayyid Kahfi, dari sanad Sayyidina Utsman bin ’Affan, untuk wilayah Jawa Barat, Banten, Sumatera, Champa, dan Asia tenggara
4. Sayyid Abu Abdullah Muhammad bin Ali bin Ja’far al-Bilali, dari sanad Imam ’Ali bin Abi Thalib, untuk wilayah Makkah, Madinah, Persia, Iraq, Pakistan, India, Yaman.

Kitab-Kitab yang dipelajari oleh Siti Jenar muda kepada Sayyid Kahfi adalah Kitab Fusus Al-Hikam karya Ibnu ’Arabi, Kitab Insan Kamil karya Abdul Karim al-Jilli, Ihya’ Ulumuddin karya Al-Ghazali, Risalah Qushairiyah karya Imam al-Qushairi, Tafsir Ma’rifatullah karya Ruzbihan Baqli, Kitab At-Thawasin karya Al-Hallaj, Kitab At-Tajalli karya Abu Yazid Al-Busthamiy. Dan Quth al-Qulub karya Abu Thalib al-Makkiy.

Sedangkan dalam ilmu Fiqih Islam, Siti Jenar muda berguru kepada Sunan Ampel selama 8 tahun. Dan belajar ilmu ushuluddin kepada Sunan Gunung Jati selama 2 tahun.


Setelah wafatnya Sayyid Kahfi, Siti Jenar diberi amanat untuk menggantikannya sebagai Mursyid Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyyah dengan sanad Utsman bin ’Affan. Di antara murid-murid Syaikh Siti Jenar adalah: Muhammad Abdullah Burhanpuri, Ali Fansuri, Hamzah Fansuri, Syamsuddin Pasai, Abdul Ra’uf Sinkiliy, dan lain-lain.

KESALAHAN SEJARAH TENTANG SYAIKH SITI JENAR YANG MENJADI FITNAH adalah:

1. Menganggap bahwa Syaikh Siti Jenar berasal dari cacing. Sejarah ini bertentangan dengan akal sehat manusia dan Syari’at Islam. Tidak ada bukti referensi yang kuat bahwa Syaikh Siti Jenar berasal dari cacing. Ini adalah sejarah bohong. Dalam sebuah naskah klasik, Serat Candhakipun Riwayat jati ; Alih aksara; Perpustakaan Daerah Propinsi Jawa Tengah, 2002, hlm. 1, cerita yg masih sangat populer tersebut dibantah secara tegas, “Wondene kacariyos yen Lemahbang punika asal saking cacing, punika ded, sajatosipun inggih pancen manungsa darah alit kemawon, griya ing dhusun Lemahbang.” [Adapun diceritakan kalau Lemahbang (Syekh Siti Jenar) itu berasal dari cacing, itu salah. Sebenarnya ia memang manusia yang akrab dengan rakyat jelata, bertempat tinggal di desa Lemah Abang]….

2. “Ajaran Manunggaling Kawulo Gusti” yang diidentikkan kepada Syaikh Siti Jenar oleh beberapa penulis sejarah Syaikh Siti Jenar adalah bohong, tidak berdasar alias ngawur. Istilah itu berasal dari Kitab-kitab Primbon Jawa. Padahal dalam Suluk Syaikh Siti Jenar, beliau menggunakan kalimat “Fana’ wal Baqa’. Fana’ Wal Baqa’ sangat berbeda penafsirannya dengan Manunggaling Kawulo Gusti. Istilah Fana’ Wal Baqa’ merupakan ajaran tauhid, yang merujuk pada Firman Allah: ”Kullu syai’in Haalikun Illa Wajhahu”, artinya “Segala sesuatu itu akan rusak dan binasa kecuali Dzat Allah”. Syaikh Siti Jenar adalah penganut ajaran Tauhid Sejati, Tauhid Fana’ wal Baqa’, Tauhid Qur’ani dan Tauhid Syar’iy.

3. Dalam beberapa buku diceritakan bahwa Syaikh Siti Jenar meninggalkan Sholat, Puasa Ramadhan, Sholat Jum’at, Haji dsb. Syaikh Burhanpuri dalam Risalah Burhanpuri halaman 19 membantahnya, ia berkata, “Saya berguru kepada Syaikh Siti Jenar selama 9 tahun, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, bahwa dia adalah pengamal Syari’at Islam Sejati, bahkan sholat sunnah yang dilakukan Syaikh Siti Jenar adalah lebih banyak dari pada manusia biasa. Tidak pernah bibirnya berhenti berdzikir “Allah..Allah..Allah” dan membaca Shalawat nabi, tidak pernah ia putus puasa Daud, Senin-Kamis, puasa Yaumul Bidh, dan tidak pernah saya melihat dia meninggalkan sholat Jum’at”.


4. Beberapa penulis telah menulis bahwa kematian Syaikh Siti Jenar, dibunuh oleh Wali Songo, dan mayatnya berubah menjadi anjing. Bantahan saya: “Ini suatu penghinaan kepada seorang Waliyullah, seorang cucu Rasulullah. Sungguh amat keji dan biadab, seseorang yang menyebut Syaikh Siti Jenar lahir dari cacing dan meninggal jadi anjing. Jika ada penulis menuliskan seperti itu. Berarti dia tidak bisa berfikir jernih. Dalam teori Antropologi atau Biologi Quantum sekalipun.Manusia lahir dari manusia dan akan wafat sebagai manusia. Maka saya meluruskan riwayat ini berdasarkan riwayat para habaib, ulama’, kyai dan ajengan yang terpercaya kewara’annya. Mereka berkata bahwa Syaikh Siti Jenar meninggal dalam kondisi sedang bersujud di Pengimaman Masjid Agung Cirebon. Setelah sholat Tahajjud. Dan para santri baru mengetahuinya saat akan melaksanakan sholat shubuh.“

5. Cerita bahwa Syaikh Siti Jenar dibunuh oleh Sembilan Wali adalah bohong. Tidak memiliki literatur primer. Cerita itu hanyalah cerita fiktif yang ditambah-tambahi, agar kelihatan dahsyat, dan laku bila dijadikan film atau sinetron. Bantahan saya: “Wali Songo adalah penegak Syari’at Islam di tanah Jawa. Padahal dalam Maqaashidus syarii’ah diajarkan bahwa Islam itu memelihara kehidupan [Hifzhun Nasal wal Hayaah]. Tidak boleh membunuh seorang jiwa yang mukmin yang di dalam hatinya ada Iman kepada Allah. Tidaklah mungkin 9 waliyullah yang suci dari keturunan Nabi Muhammad akan membunuh waliyullah dari keturunan yang sama. Tidak bisa diterima akal sehat.”

Penghancuran sejarah ini, menurut ahli Sejarah Islam Indonesia (Azyumardi Azra) adalah ulah Penjajah Belanda, untuk memecah belah umat Islam agar selalu bertikai antara Sunni dengan Syi’ah, antara Ulama’ Syari’at dengan Ulama’ Hakikat. Bahkan Penjajah Belanda telah mengklasifikasikan umat Islam Indonesia dengan Politik Devide et Empera [Politik Pecah Belah] dengan 3 kelas:
1) Kelas Santri [diidentikkan dengan 9 Wali]
2) Kelas Priyayi [diidentikkan dengan Raden Fattah, Sultan Demak]
3) Kelas Abangan [diidentikkan dengan Syaikh Siti Jenar]


Wahai kaum muslimin melihat fenomena seperti ini, maka kita harus waspada terhadap upaya para kolonialist, imprealis, zionis, freemasonry yang berkedok orientalis terhadap penulisan sejarah Islam. Hati-hati jangan mau kita diadu dengan sesama umat Islam. Jangan mau umat Islam ini pecah. Ulama’nya pecah. Mari kita bersatu dalam naungan Islam untuk kejayaan Islam dan umat Islam.