Thursday, June 22, 2017

Lokasi Dinding Ya'juj dan Ma'juj









 Tembok Yakjuj Makjuj Telah Hancur. Benarkah?


Benarkah tembok Yakjuj Makjuj masih berdiri kokoh sampai saat ini? Ataukah sudah hancur sejak ratusan tahun silam?

Benarkah Yakjuj Makjuj hanya sebuah mitos? Ataukah mereka memang benar-benar ada?

Benarkah Yakjuj Makjuj itu makhluk menyeramkan, makhluk dari luar angkasa? Ataukah mereka adalah bangsa manusia seperti kita?

Benarkah Yakjuj Makjuj akan keluar menjelang kiamat nanti? Ataukah dia telah keluar dan hidup di tengah-tengah kita?

Jika tembok Yakjuj Makjuj masih berdiri kokoh, mengapa tidak ada satu bukti pun yang menunjukkan keberadaannya sampai hari ini?

Jika Yakjuj Makjuj hanyalah sebuah mitos, mengapa nama Yakjuj Makjuj (Gog and Magog) disebutkan dalam kitab suci tiga agama besar dunia (Yahudi, Kristen dan Islam)? Akankah kita menganggap informasi dalam kitab suci hanyalah sebuah mitos?

Jika Yakjuj Makjuj adalah makhluk menyeramkan ataupun makhluk luar angkasa, maka pendapat ini akan berbenturan dengan informasi yang tertera dalam kitab suci tiga agama besar di atas.

Jika Yakjuj Makjuj hanya akan keluar menjelang kiamat nanti, di manakah mereka sekarang? Jika mereka telah keluar dan hidup di tengah-tengah kita, mengapa banyak dari kita yang tidak menyadarinya?


SHOCKING EVIDENCE !!!

Semua pasti setuju bahwa Perang Dunia I & II mengakibatkan kerusakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah manusia. Bukan hanya jutaan nyawa melayang, bukan hanya pasukan tempur yang menjadi korban, namun warga sipil, wanita, anak-anak, infrastruktur, dan fasilitas penopang kehidupan masyarakat telah hancur. Kerusakan secara langsung yang sengaja diperbuat manusia yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sekitar 400 tahun sebelum pecahnya Perang Dunia I, kejadian yang tidak kalah anehnya muncul di Eropa. Secara serempak bangsa-bangsa Eropa melakukan misi kolonialisme ke berbagai penjuru dunia. Ini juga pertama kali dalam sejarah manusia, satu bangsa mampu menguasai hampir seluruh bangsa lain di dunia.

Setelah mereka menguasai daerah-daerah koloni, mereka hanya akan melepaskan daerah tersebut setelah berhasil menancapkan sistem pemerintahan, politik dan ekonomi. Tujuannya adalah mereka bisa mengendalikan daerah koloni dari jarak jauh (secara proxy).
Sistem ekonomi perbankan diterapkan di setiap daerah koloni, dan sampai hari ini sistem ini telah terbukti mengendalikan perekonomian dunia.

Trus, apa hubungan semua ini dengan Yakjuj Makjuj? Bukankah Yakjuj Makjuj akan muncul menjelang kiamat nanti? Bukankah Yakjuj Makjuj akan meminum air danau dan menghabiskannya? Bukankah Yakjuj Makjuj sekarang masih terkurung? .... 

Berikut ini beberapa poin yang akan membuat kita terbelalak bahwa tembok Yakjuj Makjuj telah hancur, Yakjuj Makjuj telah keluar dan menguasai seluruh dunia.

- Perang dunia I & II didanai oleh para korporat Eropa di bawah kendali sistem perbankan milik Rothschild family.
- Rothschild family, yang menguasai seluruh bisnis dan sistem perbankan dunia adalah keturunan suku Khazar.
- Misi kolonialisme Eropa ke seluruh dunia sejak tahun 1500M dimotori oleh para elit politik Eropa yang merupakan keturunan Khazar.
- Suku Khazar adalah generasi keturunan dari suku barbar Cimmeria & Scythia
- Suku Cimmeria & Scythia adalah generasi keturunan dari Yakjuj Makjuj (Gog & Magog)
- Yakjuj Makjuj (Gog & Magog) telah dikenal sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Bangsa Yahudi Bani Israel sejak jaman kuno telah mengetahui bahwa Magog adalah keturunan Nabi Nuh dari jalur Yafeth.

Artinya, Yakjuj Makjuj sebagai bangsa perusak bukanlah sebuah mitos, melainkan fakta yang sangat jelas. Secara turun-temurun keturunan Yakjuj Makjuj adalah pembuat kerusakan di muka bumi, sejak jaman kuno hingga hari ini.


Tembok Yakjuj Makjuj, analisis lokasi berdasar kisah ekspedisi Zulqarnain

[CLEAN DEBATE] Tembok Yakjuj Makjuj telah hancur. (Open Discussion)

Untuk mengetahui lokasi tembok Yakjuj Makjuj, kita bisa menggunakan panduan informasi yang disebutkan dalam Quran dalam kisah ekspedisi Zulqarnain. (QS.18:83-98)

83 Mereka akan bertanya kepadamu (wahai Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: "Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya".
84 Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu,
85 maka diapun menempuh suatu jalan.
86 Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: "Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka.
87 Berkata Dzulkarnain: "Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia kembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya.
88 Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami"
89 Kemudian dia menempuh jalan (yang lain).
90 Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu,
91 demikianlah. dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya.
92 Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi).
93 Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.


Perjalanan Zulqarnain ke arah barat hingga dia melihat matahari terbenam di laut yang berlumpur hitam, ini adalah daerah pesisir timur Laut Hitam. Kemudian Zulqarnain melakukan perjalanan ke timur hingga mendapati kaum yang tidak terlindungi dari cahaya matahari, ini adalah lokasi di pantai Laut Caspia.

Setelah itu Zulqarnain melanjutkan perjalanan ke arah lain hingga menjumpai kaum yang tinggal di antara dua gunung. Lokasi pegunungan di antara dua lautan ini hanyalah pegunungan Caucasus, tidak ada yang lain. Yang dimaksud kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan adalah bahasa yang digunakan oleh kaum tersebut sangat berbeda dengan bahasa yang umumnya dipakai di wilayah Asia tengah. 

Tanda merah pada foto menunjukkan perkiraan lokasi dibangunnya tembok Yakjuj Makjuj.


Kaum yang tinggal di antara dua gunung, yang meminta bantuan kepada Zulqarnain

[CLEAN DEBATE] Tembok Yakjuj Makjuj telah hancur. (Open Discussion)

Lokasi pemukiman kaum yang meminta tolong kepada Zulqarnain agar dibuatkan dinding pemisah antara mereka dengan Yakjuj Makjuj.

Tanda merah adalah lokasi dibangunnya tembok Yakjuj Makjuj. Tampak lokasi pemukiman penduduk di masa sekarang (bagian bawah foto penampang lokasi) yg kemungkinan sejak zaman dahulu juga merupakan daerah pemukiman penduduk.

94 Mereka berkata: "Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?"
95 Dzulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,
96 berilah aku potongan-potongan besi". Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: "Tiuplah (api itu)". Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu".
97 Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.



Celah Darial Gorge, lokasi tembok Yakjuj Makjuj

[CLEAN DEBATE] Tembok Yakjuj Makjuj telah hancur. (Open Discussion)

Foto celah Darial Gorge, yang kemungkinan besar merupakan tempat dibangunnya tembok/dinding besi oleh Zulqarnain.

Sesuai data lokasi yg tertera dalam kisah ekspedisi Zulqarnain, celah ini adalah satu-satunya lokasi yang sesuai. Celah sempit yang terbentang sejauh 12km dengan diapit 2 tebing batu granit setinggi 1000-3000meter ini berada di sebelah utara Georgia, berbatasan dengan wilayah Rusia. Ini adalah satu-satunya akses pintas yang menghubungkan wilayah sebelah utara dan selatan Caucasus.


Ke mana tembok besi tersebut?

Penelusuran lokasi ini menunjukkan bahwa di tempat tersebut tidak ditemui lagi tembok besi berlapis tembaga sebagaimana dijelaskan dalam kisah ekspedisi Zulqarnain. Hanya ada 2 kemungkinan, entah lokasinya yang salah, ataukah memang tembok tersebut sudah hancur. Kemungkinan salahnya identifikasi lokasi sangat kecil karena memang celah Darial Gorge adalah satu-satunya lokasi penghubung antara wilayah sebelah utara dan selatan Caucasus. Catatan sejarah menunjukkan celah ini sering dilalui oleh suku barbar kuno, suku Cimmeria & Scythia yang tinggal di sebelah utara Caucasus. Dua suku kuno inilah yang merupakan keturunan dari Yakjuj Makjuj.
Trus, di mana tembok besi itu sekarang? Jika identifikasi lokasi ini benar, maka bisa disimpulkan bahwa tembok tersebut sudah hancur, sudah hilang sejak lama.



Konstruksi Tembok Yakjuj Makjuj

Jika kita bisa menemukan bukti berupa reruntuhan tembok besi atau lokasi tambang di sekitar Darial Gorge, ini akan menjawab dengan ringkas kebenaran identifikasi lokasi tembok tersebut. Tapi sayangnya bekas reruntuhan yang ada di sekitar lokasi ini berusia jauh lebih muda dari yang kita cari. Terdapat bekas-bekas bagnunan jembatan ataupun benteng yang dibangun oleh Rusia pada abad ke-17. Kelihatannya waktu yang membentang ribuan tahun lalu sangat sulit untuk mencari reruntuhan tersebut tanpa sebuah team arkeolog yang mengkhususkan pencarian bukti ini.

Tapi ternyata ilmu geologi bisa membantu melacak kemungkinan di celah ini pernah terdapat tembok Yakjuj Makjuj. Dalam ayat Quran tembok tersebut diistilahkan "radm" yang secara harfiyah artinya "dam" atau tembok untuk membendung air. Tentunya ini bukan sembarang istilah, pasti ada rahasia di balik penyebutan tembok ini sebagai "radm".

Di celah Darial Gorge ini mengalir sungai Terek dari utara ke selatan. Sungai ini lumayan besar, dan jika celah ini ditutup maka akses dari wilayah utara ke selatan mutlak tertutup, dan wilayah sebelah utara akan membentuk bendungan air. Amazing... bukti geologi berupa perbandingan sample tanah di dinding tebing sebelah utara titik yang diperkirakan tempat dibangunnya dam, dan juga sample tanah di tebing sebelah selatannya benar-benar membuktikan di tempat ini pernah dibangun sebuah "dam" yang membendung aliran sungai Terek. Tanah di sebelah utara dam memiliki kandungan air yang sangat tinggi, sementara tanah di sebelah selatan dam memiliki kandungan air yang sangat rendah. Perbedaan mencolok kandungan air pada kedua sample tanah ini hanya terjadi jika tanah di sebelah utara dam terendam air dalam jangka waktu yang lama.



Tembok besi ini tidak dihancurkan oleh bangsa Yakjuj Makjuj

Hancurnya tembok besi ini bukan karena dilobangi oleh kaum Yakjuj Makjuj. Konstruksi tembok ini sangat kokoh, menancap ke batuan granit di kanan kirinya. Dengan ditutupnya celah Darial Gorge ini, sungai Terek yang mengalir dari arah utara akan terbendung di bagian utara tembok.

Pendapat yang menyatakan bahwa Yakjuj Makjuj melobangi tembok ini perlu dikaji lebih jauh kebenarannya, karena bertentangan dengan informasi yang disebutkan dalam Quran (QS.18:97)

Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.

Konstruksi tembok besi berlapis tembaga ini bukanlah sekedar lempengan besi tipis, melainkan konstruksi balok balok besi yang didesain sdemikian rupa dan mampu menahan bendungan air di utara tembok. Ini adalah konstruksi sebuah "dam", yang tebal, kokoh, dan lumayan tinggi.

Menurut pendapat saya, perkiraan tinggi tembok ini tidak setinggi puncak tebing yang sekitar 1000 meter (1km) dari dasar celah, melainkan cukup tinggi untuk menutup celah tersebut. Terjemahan ayat 18:96 yang kita dapati dalam versi bahasa Indonesia agak berlebihan dengan menambahkan penafsiraan kata "puncak", berikut perbandingan terjemah versi Bahasa Inggris & Indonesia:

....
until, when he had leveled [them] between the two mountain walls, he said, "Blow [with bellows]," until when he had made it [like] fire, he said, "Bring me, that I may pour over it molten copper."

....
Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu...

Terjemah versi Bahasa Inggris di atas lebih pas secara tekstual, "hattaa idzaa saawaa baina ash-shadafain" secara terjemah kalimat (tanpa penambahan penafsiran) adalah "hingga ketika telah rata di antara ash-shadafain".

Ash-shadafain artinya "dua buah kerang" atau dua cangkang kerang yang berhadapan. Bentuk tebing-tebing di Darial Gorge ini seperti dua cangkang kerang berhadapan jika dilihat dari atas ataupun dari kejauhan.

Kemungkinan tinggi tembok tersebut tidaklah setinggi puncak bukit yang berjarak 1000m dr dasar celah, melainkan lumayan tinggi untuk sebuah konstruksi dam dengan bagian atas tembok didesain rata.

Istilah tembok atau dinding ini disebut oleh Zulqarnain sebagai "radm" yang artinya "dam" untuk membendung air.

Dengan konstruksi semacam ini, mustahil bagi siapapun untuk melobanginya atau bahkan merusaknya menggunakan peralatan manual. Begitu juga dengan generasi Yakjuj Makjuj suku Cimmeria & Scythia pada masa itu. Mereka jelas jelas tidak akan mampu melobangi ataupun merusaknya.

No comments:

Post a Comment